Pages

JURUSANKU

Jumat, 22 April 2011

Dasar-dasar pengembangan masyarakat islam


Pendahuluan

Kata ummat dalam kamus besar bahasa Indonesia mengandung dua arti:
  1. Para penganut  atau pengitkut suatu agama
  2. Makluk (manusia)
Dalam beberapa ensiklopedi, kata tersebut di artikan beberapa arti, ada yang mengatikannya sebagai bangsa, seperti yang ketrengan ensiklopedi filsafat yang ditilis oleh akademisi Rusia. Dan diterjemahkan oleh samir karam 1974 M kedalam bahasa arab. Dan ada juga yang mengartikannya sebagai Negara.
            Berbagai pengertian di atas menimbulkan kerancuan dalam AL-qur’an, bukan itu saja, tapi bisa menimbulkan kesalah pahaman antar umat islam itu sediri[1]. Kata ummat  (أُمَّةٌ) merupakan bentuk tunggal dan umam (أُمَمٌ) adalah bentuk jamaknya. Kata itu berasal dari kata amma-ya’ummu (أَمَّ يَؤُمُّ) yang berarti “menuju, menjadi, ikutan dan gerakan”. Secara leksikal kata ini mengandung beberapa arti, antara lain:
  1. Suatu golongan manusia,
  2. Setiap kelompok manusia yang dinisbatkan kepada seorang nabi, misalnya       umat Nabi Muhammad Saw, umat Nabi Musa As.
  3. Setiap generasi manusia yang menjadi umat yang satu (ummatan wahidah).
Al-qur’an menyebutkan kata ummah sebanyak 51 kali dan kata umam
 Sebnyak 13 kali, kedua kata tersebut di gunakan dalam al-qur’ar dengan pengertian yang berbeda-beda[2]. Dalm 64 itu, 51 ayat al-qur’an itu terdapat dalam surat makkiah. Jika diperhatikan pada kata ummah/umam terdapat perbedaan antara ayat makkiah dan madaniyah. Perbedaannya ialah pada surat makkiah lebih mengacu pada ide kesatua dengan mengakomodir kelompok primodial masyarakat ketika itu. Ayat-ayat yang mengambarkan manusia sebagai ummatan wahida, umumnya di turunkan di mekah.Terdapat dalam Surah Al-Mu’minun  ayat 52
¨bÎ)ur ÿ¾ÍnÉ»yd óOä3çF¨Bé& Zp¨Bé& ZoyÏnºur O$tRr&ur öNà6š/u Èbqà)¨?$$sù ÇÎËÈ  
Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.
                Sedangkan penggunaak kata ummah/umam pada surat madaniyah banyak di hubungkan dengan islam sperti dalam surat al-Baqarah ayat 128–143.
$uZ­/u $uZù=yèô_$#ur Èû÷üyJÎ=ó¡ãB y7s9 `ÏBur !$uZÏF­ƒÍhèŒ Zp¨Bé& ZpyJÎ=ó¡B y7©9 $tRÍr&ur $oYs3Å$uZtB ó=è?ur !$oYøn=tã ( y7¨RÎ) |MRr& Ü>#§q­G9$# ÞOŠÏm§9$# ÇÊËÑÈ…….  
Artinya: Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Pakar bahasa al-qur’an , dalam bukunya Al-Mufradat  fi  Gharib  Al-Qur'an menjelaskan kata ini diartikan sebagai semua kelompok yang dihimpun oleh sesuatu,seperti agama, waktu atau tepatnya yang sama,baik secara terpaksa maupun kehendak mereka sendiri. Secara tegas Al-Quran dan  hadis  tidak  membatasi  pengertian umat hanya pada kelompok manusia.





$tBur `ÏB 7p­/!#yŠ Îû ÇÚöF{$# Ÿwur 9ŽÈµ¯»sÛ çŽÏÜtƒ Ïmøym$oYpg¿2 HwÎ) íNtBé& Nä3ä9$sVøBr& 4 $¨B $uZôÛ§sù Îû É=»tGÅ3ø9$#
`ÏB &äóÓx« 4 ¢OèO 4n<Î) öNÍkÍh5u šcrçŽ|³øtä ÇÌÑÈ
Artinya: dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS Al-An'am [6]:38).


Rasulullah Saw. bersabda:
      Semut (juqa) merupakan umat dan umat-umat (Tuhan) (HR.Muslim).

Seandainya anjing-anjing bukan umat dan umat-umat (Tuhan) niscaya saya   perintahkan untuk dibunuh (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).

Kata ummah/umam di dalam al-Quran yang penggunaannya secara khusus ditujukan kepada manusia juga mengandung beberapa pengertian.
1.       Setiap kesatuan generasi umat manusia yang diutus seorang nabi atau rasul, seperti umat Nabi Nuh As, umat Nabi Ibrahim As, umat Nabi Musa As, umat Nabi Isa As, dan umat Nabi Muhammad Saw. Di antara umat setiap rasul ini ada yang beriman dan ada pula yang ingkar. Jadi, manusia terbagi menjadi beberapa umat berdasarkan nabi atau rasul yang diutus kepada mereka, sebagaimana dinyatakan di dalam Surah al-An‘am ayat 42




ôs)s9ur !$uZù=yör& #n<Î) 5OtBé& `ÏiB y7Î=ö6s% Oßg»tRõs{r'sù Ïä!$yù't7ø9$$Î/ Ïä!#§ŽœØ9$#ur öNßg¯=yès9 tbqã㧎|ØtGtƒ ÇÍ 
Artinya: Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
2.      Suatu jamaah atau golongan manusia yang menganut agama tertentu, misalnya umat Yahudi, umat Nasrani, dan umat Islam. Ini termaktub dalam Surah al-A‘raf ayat 159
`ÏBur ÏQöqs% #ÓyqãB ×p¨Bé& šcrßöku Èd,ptø:$$Î/ ¾ÏmÎ/ur tbqä9Ï÷ètƒ ÇÊÎÒÈ  
Artinya: Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak Itulah mereka menjalankan keadilan[3]
3.       Suatu kumpulan manusia dari berbagai lapisan sosial yang diikat oleh ikatan sosial tertentu sehingga mereka menjadi umat yang satu, seperti dinyatakan dalam Surah al-Anbiya’ ayat 92
¨bÎ) ÿ¾ÍnÉ»yd öNä3çF¨Bé& Zp¨Bé& ZoyÏmºur O$tRr&ur öNà6š/u Âcrßç7ôã$$sù ÇÒËÈ  
Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu[4] dan aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah aku.
Meskipun mempunyai banyak makna, kata ummah/umam di dalam al-Quran dapat disimpulkan mengandung pengertian jama’ah, yaitu segolongan manusia yang dipersatukan oleh ikatan sosial sehingga mereka disebut umat yang satu (ummatan wahidah), demikian pendapat Rasyid Ridha. Al-Qurtubi menyimpulkan penggunaan kata ummah/umam di dalam al-Quran mengandung pengertian jamaah atau golongan manusia yang kepada mereka diutus seorang Nabi atau Rasul.

B. Kategori Ummat Dalam Al-Qur’an
Menurut bahasa: ummat berarti Induk, keturunan , pengikut. Menurut istilah: ummat berarti kesatuan individu untuk tujuan bersama. Berikut ini ada beberapa kategori ummat menurut al-qur’an:
  1. Ummat Manusia
Manusia dikatakan satu ummat karena satu keturunan , satu jenis makhluk yang memiliki sifat-sifat yang sama seperti berakal, berbicara dan membentuk masyarakat .Allah berjanji manusia diturunkan ke Dunia akan disertai Petunjuk. Barang siapa mengikut petunjuk Allah dia tidak perlu takut dan bersedih. Diutusnya para Nabi dan Rasul yang bersamanya kitab-kitab Allah semestinya dapat memperkuat kesatuan ummat manusia, akan tetapi penyakit kedengkian diantara manusia telah memecah belahkan ummat manusia kepada aliran-aliran agama.

tb%x. â¨$¨Z9$# Zp¨Bé& ZoyÏnºur y]yèt7sù ª!$# z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# šúï̍Ïe±u;ãB tûïÍÉYãBur tAtRr&ur ãNßgyètB |=»tGÅ3ø9$# Èd,ysø9$$Î/ zNä3ósuŠÏ9 tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# $yJŠÏù (#qàÿn=tF÷z$# ÏmŠÏù 4 $tBur y#n=tG÷z$# ÏmŠÏù žwÎ) tûïÏ%©!$# çnqè?ré& .`ÏB Ï÷èt/ $tB ÞOßgø?uä!%y` àM»oYÉit6ø9$# $JŠøót/ óOßgoY÷t/ ( yygsù ª!$# šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä $yJÏ9 (#qàÿn=tF÷z$# ÏmŠÏù z`ÏB Èd,ysø9$# ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 3 ª!$#ur Ïôgtƒ `tB âä!$t±o 4n<Î) :ÞºuŽÅÀ ?LìÉ)tGó¡B ÇËÊÌÈ  
Artinya:  Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Al Baqarah 213)

  1. Ummat Nabi /Ummat Islam sejagat.
Pada asalnya ummat Nabi adalah seluruh pengikut yang beliau pimpin dengan bersatu padu, akan tetapi bila Nabi meninggal Dunia terjadilah perpecahan dengan berbagai alasan. Ada pepecahan disebabkan berebut kekuasaan, ada karena salah faham dan ada karena perbedaan madzhab dan karena usaha yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam terutama Yahudi.
¨bÎ) ÿ¾ÍnÉ»yd öNä3çF¨Bé& Zp¨Bé& ZoyÏmºur O$tRr&ur öNà6š/u Âcrßç7ôã$$sù ÇÒËÈ  
Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu[5] dan aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah aku. (AlAnbiya 92).
Perpecahan atas alasan apapun harus dipertanggung-jawabkan di Neraka, kecuali mereka yang masih berpegang teguh kepada tatacara kehidupan berjamaah seperti pada zaman Rasulullah dan para sahabatnya. Didalam khutbahnya dalam haji wadhak nabi sangat berat meninggalkan ummatnya sehingga berulang-ulang memanggil “Ya ummati”(wahai ummatku) yang dimaksud adalah pengikutnya/ummat Islam..
  1. Ummat Penyeru (Du’at).
Ummat penyeru adalah ummat yang aktif dan proaktif, ummat yang memimpin. Ia merupakan organisasi yang tersusun rapi dengan visi dan misi yang jelas dan mempunyai program dakwah yang sistematik.
Nabi tidak berjalan sendiri dalam menjalankan misinya, beliau bersama sahabat-sahabatnya merupakan satu team yang kompak, bergandeng bahu dengan rapat dalam suka dan duka dalam bebagai beban dan tanggungan demi untuk membentuk satu pandangan hidup bersama dan membina kehidupan ummat dan jamaah seperti yang diperintahkan Allah.
Firman allah dalam al-qur’an dalam surat Ali imran 104
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôtƒ n<Î) ÎŽösƒø:$# tbrããBù'tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ  
Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[6] merekalah orang-orang yang beruntung.

  1. Ummat terbaik (Khaira Ummah).
Allah berfirman dalam surat ali imran ayat 110
öNçGZä. uŽöyz >p¨Bé& ôMy_̍÷zé& Ĩ$¨Y=Ï9 tbrâßDù's? Å$rã÷èyJø9$$Î/ šcöqyg÷Ys?ur Ç`tã ̍x6ZßJø9$# tbqãZÏB÷sè?ur «!$$Î/ 3 öqs9ur šÆtB#uä ã@÷dr& É=»tGÅ6ø9$# tb%s3s9 #ZŽöyz Nßg©9 4 ãNßg÷ZÏiB šcqãYÏB÷sßJø9$# ãNèdçŽsYò2r&ur tbqà)Å¡»xÿø9$# ÇÊÊÉÈ  
Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.




Sebagaimana Allah sebutkan didalam ayat diatas, Allah memberi gelaran Khaira Ummah karena 3 sebab;
    • Kamu memerintah dengan makruf.

    • Kamu mencegah dari perbuatan munkar

    • Kamu beriman kepada Allah.

Khaira ummah adalah ummat yang berprestasi, ummat yang telah membuat perubahan. Ummat yang mengaplikasikan ajaran Al Quran dan As Sunnah didalam masyarakat.
  1. Ummat Penengah (Ummatan wasatan).
Allah telah membimbing Rasul-Nya peringkat demi peringkat. Selaras dengan diturunkannya Al Qur an secara berperingkat., disesuaikan dengan situasi ketika diturunkannya ayat-ayat itu . situasi itu secara garis besar terbagi dua situasi Mekah dimana masyarakat masih dalam keadaan jahiliyah, Rasulullah bertugas menanam aqidah (keimanan) selama 13 tahun di Mekah. Pokok aqidah mengakui Allah sebagai sembahan dan Muhammad sebagai utusan Allah.
            Setelah berhijrah ke Madinah situasi sangat berlainan, disini Rasulullah menghadapi masyarakat yang sepenuhnya setia kepadanya karena ikatan syahadat (Bai’at) dan perjanjian keamanan dengan kaum Yahudi, maka Rasulullah telah resmi menjadi ketua di Madinah. Tugas beliau di Madinah melaksanakan Hukum Syariah berdasar ayat-ayat yang diturunkan disana. Kini Rasulullah sepenuhnya memimpin Ummat, membina persudaraan, membina persatuan dan membina kekuatan untuk mengalahkan para penentang. Disinilah Allah memberi penegasan dengan surat albaqoroh 143, bagaimana Allah memimpin Rasul Nya membentuk ummatan wasatan yaitu ummat yang memimpin manusia sejagat dan Rasul sebagai pemimpin tertinggi



y7Ï9ºxx.ur öNä3»oYù=yèy_ Zp¨Bé& $VÜyur (#qçRqà6tGÏj9 uä!#ypkà­ n?tã Ĩ$¨Y9$# tbqä3tƒur ãAqߧ9$# öNä3øn=tæ #YÎgx© 3 $tBur $oYù=yèy_ s's#ö7É)ø9$# ÓÉL©9$# |MZä. !$pköŽn=tæ žwÎ) zNn=÷èuZÏ9 `tB ßìÎ6®Ktƒ tAqߧ9$# `£JÏB Ü=Î=s)Ztƒ 4n?tã Ïmøt7É)tã 4 bÎ)ur ôMtR%x. ¸ouŽÎ7s3s9 žwÎ) n?tã tûïÏ%©!$# yyd ª!$# 3 $tBur tb%x. ª!$# yìÅÒãÏ9 öNä3oY»yJƒÎ) 4 žcÎ) ©!$# Ĩ$¨Y9$$Î/ Ô$râäts9 ÒOŠÏm§ ÇÊÍÌÈ  
Artinya: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[7] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa Amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. ( Al Baqarah 143).























Kesimpulan

A. Kesimpulan
            Dalam al-qur’an arti ummat tidak sesingkat yang pernah di ungkapkan para ahli, al-qur’an tidak mengolongkan pada manusia saja, atau pada umat islam saja, tapi semua manusi dan termaksut orang yang berkepercayaa selain islam, bukan itu saja tapi dalam al-qur’an , semut dan burung juga temasuk golongan atau ummat. Namun dalam al-qur’an golongan ummat itu di golongkan lagi ada golongan manusia,umat penengah, ummat yang baik, ummat penyeru, umat islam sejagat.



[1] http/media.is net.org
[2] http/khairaummah.com
[3] Maksudnya: mereka memberi petunjuk dan menuntun manusia dengan berpedoman kepada petunjuk dan tuntunan yang datang dari Allah s.w.t. dan juga dalam hal mengadili perkara-perkara, mereka selalu mencari keadilan dengan berpedomankan petunjuk dan tuntunan Allah.

[4] Maksudnya: sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok Syari'at.




[5] Maksudnya: sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok Syari'at.


[6] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.


[7] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar